Senin, 02 Januari 2012

ASPEK SOSIAL BUDAYA DALAM MASA NIFAS

BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar belakang

Ilmu Kebidanan adalah satu bidang ilmu yang mempelajari keilmuan dan seni yang mempersiapkan kehamilan, menolong persalinan, nifas dan menyusui, masa interval dan pengaturan kesuburan, klimakterium dan menopause, bayi baru lahir dan balita, fungsi–fungsi reproduksi manusia serta memberikan bantuan/dukungan pada perempuan, keluarga dan komunitasnya. Masa nifas merupakan salah satu masa yang penting dalam suatu tahapan pada kehidupan seorang perempuan. Namun, dewasa ini banyak aspek-aspek sosial budaya yang mempengaruhi

1.2  Rumusan masalah

a.       Apa yang dimaksud dengan masa nifas?
b.      Apa yang yang menjadi aspek social budaya dalam masa nifas serta nilai negative dan positivenya?

1.3  Tujuan
            a. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan masa nifas.
            b. Untuk mengetahui dan memahami aspek social budaya dalam masa nifas.












BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Definisi

Aspek adalah suatu hal yang mendasar. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sanserketa yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa inggris kebudayaan disebut culture yang bersal dari kata latin colere yaitu mengolah atau mengerjakan bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Sosial berarti kata society berasal dari bahasa latin societas yang berarti hubungan persahabatan yang lain. Societas diturunkan dari katasocius yang berarti teman sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Jadi sosial mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

Masa nifas adalah masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya enam minggu. Jadi arti keseluruhan dari aspek sosial budaya pada masa nifas adalah suatu hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia untuk mencapai tujuan bersama pada masa sesudah persalinan.


2.2 Macam-macam aspek sosial budaya pada masa nifas
·      Masa nifas dilarang makan telur, daging, udang, ikan laut dan lele, keong ,daun lembayung, buah pare, nenas, gula merah, dan makanan yang berminyak. Dampak positif          :  Tidak ada
Dampak negative   : Merugikan karena masa nifas memerlukan makanan yang bergizi seimbang agar ibu dan bayi sehat.

·      Setelah melahirkan atau setelah operasi hanya boleh makan tahu dan tempe tanpa garam, dilarang banyak makan dan minum, makanan harus disangan/dibakar.
Dampak positif      :    Tidak ada
Dampak negative   : Merugikan karena makanan yang sehat akan mempercepat penyembuhan luka.

·      Masa Nifas dilarang tidur siang
Dampak positif      : Tidak ada
Dampak negative   : Karena masa nifas harus cukup istirahat, kurangi kerja berat. Karena tenaga yang tersedia sangat bermanfaat untuk kesehatan ibu dan bayi.

·      Masa nifas /saat menyusui setelah waktunya Maghrib harus puasa tidak makan makanan yang padat.
Dampak positif      : Hal ini dibenarkan karena dalam faktanya masa nifas setelah maghrib dapat menyebabkan badan masa nifas mengalami penimbunan lemak,disamping itu organ-organ kandungan pada masa nifas belum pulih kembali.
Dampak negative   : Ibu menjadi kurang nutrisi sehingga produksi ASI menjadi berkurang.


·      Masa nifas tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari.
Dampak positif      : Tidak ada
Dampak negative   : Hal ini tidak perlu karena masa nifas dan bayi baru lahir (pemberian imunisasi) harus periksa kesehatannya sekurang-kurangnya 2 kali dalam bulan pertama yaitu umur 0-7 hari dan 8-30 hari.

·      Ibu setelah melahirkan dan bayinya harus dipijat/ diurut, diberi pilis / lerongan dan tapel.
Dampak positif      : Jika pijatannya benar maka peredaran darah ibu dan bayi menjadi lancar.
Dampak negative   : Pijatan yang salah sangat berbahaya karena dapat merusak kandungan. Pilis dan tapel dapat merusak kulit bagi yang tidak kuat / menyebabkan alergi.

·      Masa nifas harus minum abu dari dapur dicampur air, disaring, dicampur garam dan asam diminumkan supaya ASI banyak.
 Dampak positif     : tidak ada
Dampak negative   : karena abu, garam dan asam tidak mengandung zat gizi yang diperlukan oleh ibu menyusui untuk memperbanyak produksi ASI nya.

·      Masa nifas tidak diperbolehkan berhubungan intim.
Dampak positif      : Dari sisi medis, sanggama memang dilarang selama 40 hari pertama usai melahirkan. Alasannya, aktivitas yang satu ini akan menghambat proses penyembuhan jalan lahir maupun involusi rahim, yakni mengecilnya rahim kembali ke bentuk dan ukuran semula. Contohnya infeksi atau malah perdarahan. Belum lagi libido yang mungkin memang belum muncul atau pun pengaruh psikologis, semisal kekhawatiran akan robeknya jahitan maupun ketakutan bakal hamil lagi.
Dampak negative   : Tidak ada


2.3 Aspek social budaya pada masa nifas pada daerah yang lain:

1. Harus pakai sandal kemanapun ibu nifas pergi, selama 40 hari.
2. Harus memakai Stagen /udet/ centing.
3. Minum jamu, agar rahim cepat kembali seperti semula.
4. Pakai lulur param kocok keseluruh badan, biar capek pada badannya cepat hilang.
5. Tidak boleh bicara dengan keras keras
6. Tiap pagi harus mandi keramas, biar badannya cepat segar dan peredaran darah lancar.
7. Kalau tidur/ duduk kaki harus lurus. Tidak boleh ditekuk /posisi miring, hal itu dapat mempengaruhi posisi tulang, dikarenakan tulang ibu nifas seperti bayi baru melahirkan/ mudah terken Varises.
8. Harus banyak makanan yang bergizi atau yang mengandung sayur-sayuran.
9. Tidak usah memakai perhiasan, karena dapat mengganggu aktifitas Bayi.













BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan

Nifas ialah darah yang keluar dari rahim disebabkan kelahiran, baik bersamaan dengan dengan kelahiran itu, sesudahnya atau sebelumnya (2 atau 3 hari) yang disertai dengan rasa sakit. Bahwa dalam aspek social budaya dalam masa nifas dipengaruhi dengan adat istiadat masyarakat di Indonesia.

Faktor yang paling mempengaruhi status kesehatan masyarakat terutama pada ibu hamil, bersalin, dan nifas adalah faktor lingkungan yaitu pendidikan disamping faktor-faktor lainnya. Pengaruh sosial budaya sangat jelas terlihat pada ibu hamil hingga pada masa nifas. Upacara-upacara yang sering diselenggarakan sesuai dengan adat istiadat masyarakat di Indonesia yang sangat beragam menurut daerah masing-masing, mulai dari kehamilan 3 bulan, 7 bulan, masa melahirkan dan masa nifas.

Contohnya di daerah Maluku terdapat pantangan makanan pada masa nifas, seperti pantangan memakan terong agar lidah bayi tidak ada bercak putih dan pantangan memakan nanas dan mangga karena tidak bagus untuk rahim. Lain halnya di daerah Jawa, pantangan makanan pada masa kehamilan dan masa nifas, seperti pantangan makan-makanan yang setengah matang dan daging kambing, karena tidak baik bagi kesehatan sang ibu dan bayi, karena daging kambing bersifat panas.









DAFTAR PUSTAKA


Ibrahim, Christin S, 1993, Perawatan Keebidanan (Perawatan Nifas), Bharata NiagaMedia Jakarta
masanifas.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar